Rabu, 23 Desember 2015

Membangun Ghirah Dalam Berdakwah


Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi yang begitu pesat di zaman ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penyampaian dakwah ini. Dengan media yang dapat dimanfaatkan saat ini, tiap orang dapat dengan mudah menyampaikan dakwahnya di jejaring sosial. Dalam kondisi seperti ini sepantasnya lah untuk kita terlebih lagi pemuda agar fastabiqul khoirat, dengan fasilitas yang begitu memadai dibanding tahun-tahun sebelumnya yang liqo’ pun sangat jarang ditemui bahkan menjadi kegiatan yang mencurigakan di era pemerintahannya. Akan tetapi, kenyataan yang kita terima saat ini ialah begitu banyak pemuda-pemudi yang larut dalam namanya kasmaran, kegalauan dan hedonisme.
Perlu kita ingat bahwa, apa yang kita peroleh saat ini, perjuangan para murabbi terdahulu dalam memperjuangkan dakwah agar sampai ke generasi kita sekarang begitu pilu dan penuh dengan perjuangan. Tapi apa yang telah kita lakukan sekarang? Melihat orang yang berperawakan ustadz pun kita tegur dengan sok alim. Kehidupan saat ini telah berbanding terbalik dari yang sebelumnya, semangat dakwah di kalangan pemuda-pemudi tidak seantusias saat krisis parah yang menimpa Indonesia. Ingatkah kita akan pesan Rasulullah Shallallahu alaihi’ wa sallam “Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu” (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ).
            Ikhwah fillah, agama ini, Islam, ada atau tidaknya antum dalam melaksanakan syiar maupun menjalankan dakwahnya, ia akan tetap teguh berdiri di muka bumi ini. Apakah kita tidak ingin menjadi salah satu pilar penting dalam menyampaikan syiar, amalan yang begitu mulia ini? Sangat indah apa yang disampaikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna, "Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah". (Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an). Sepatutnya lah, dalam usia yang masih muda ini, amalan-amalan yang kita laksanakan bermanfaat bagi kepentingan agama dan bangsa. Kitalah lentera-lentera yang akan menerangi bumi ini dari gelapnya kedzaliman dimana-mana, kitalah anashirut taghyir (agen perubahan) yang membawa umat ini senantiasa berada di jalan dakwah. Ikhwah fillah, kontribusimu bagi agama ini insyaAllah berbuah jannah nantinya. Karena di jalan dakwah inilah kita menjadi solusi pelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan di Palestina, Syuriah, Iraq, dan negara lainnya yang diluluh-lantahkan. Kitalah generasi yang siap memikul beban da’wah dan menegakkan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin.