Monday, December 21, 2020

Tumpas Kemiskinan dengan Membangun Desa

 

Faktanya bahwa kemiskinan di Indonesia masih terkonsentrasi di desa yang notabene penduduknya sebagian besar bermatapencaharian petani. Menjadi satu hal yang memprihatinkan, sebab sektor pertanian merupakan sektor kedua terbesar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sebesar 13,45% setelah sektor industri sebesar 19,62% menurut data BPS (2020), akan tetapi dari segi kesejahteraan petaninya, masih jauh dari harapan. Melihat fakta ini, maka untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, opsi yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsentrasi penuh dalam membangun desa, khususnya sektor pertanian.


Sudah banyak negara yang memberikan contoh, bahwa untuk meningkatkan produktivitas pertanian bisa dengan modernisasi pertanian, pemberian bantuan teknologi pengolahan tani yang didukung dengan pelatihan, pembinaan, dan pengawasan oleh pemerintah maupun stakeholder lain.


Ambil contoh Belanda, negara dengan lahan yang terbatas (17.960 km persegi) dibandingkan Indonesia (570.000 km persegi) mampu masuk dalam jajaran negara pengekspor barang-barang pertanian dengan komoditas pangan salah satu yang terbesar di dunia dan sekaligus menjadi penopang pangan di eropa. Belanda, yang secara geografis sepertiga wilayahnya berada di bawah permukaan laut dan hampir tidak ada ketersediaan lahan untuk pertanian skala besar, tapi mampu membangun pertaniannya dan menguntungkan secara industri.


Apa kunci keberhasilan Belanda? Kuncinya salah satunya karena ditopang oleh teknologi: teknologi green house dan pertanian presisi, mampu menanam dengan input yang efisien menghasilkan output yang lebih produktif. Sebagai contoh, disana mampu menghasilkan 20 ton (per acre) kentang, padahal rata-rata produktivitas global hanya 9 ton (per acre). Pengairannya juga sangat efisien, dengan pengairan 90% yang lebih rendah dari pertanian pada umumnya. Selain itu, Belanda juga tidak lagi menggunakan pestisida kimia.


Dari Belanda kita bisa belajar bagaimana menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan di lahan yang terbatas dengan teknologi. Meningkatnya produktivitas pertanian maka tentu juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan, ekonomi yang terjamin akan membuat anak-anak muda menjadi tertarik untuk berkarier sebagai petani.