Kamis, 22 Desember 2016

Ummi – Ibu, Muslimah Sang Arsitek Peradaban


22-25 Desember 1928 adalah awal dimana para pejuang wanita Indonesia berkumpul di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta untuk mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I. Momen menjadi spesial karena para pejuang wanita Indonesia saat itu berkumpul untuk membahas kemerdekaan Indonesia. Cut Mutiah, Cut Nya Dien dan Nyai Achmad Dahlan adalah sedikit wanita yang menjadi inspirasi perjuangan perempuan dahulu. Dedikasinya yang begitu tinggi kepada bangsa ini dibanding apa yang telah kita lakukan saat ini, begitu jauh sebenarnya.
            Apa yang telah dilakukan oleh para pejuang wanita menjadi cerminan bagi kita para generasi muda, sudah seberapa jauh kita berbakti kepada orang tua terlebih ibu? Sudahkah kita membahagiakan beliau? Sudahkah kita mendoakan beliau dikala beribadah kepada-Nya? Jika dibandingkan perjuangan ibu selama 9 bulan sejak dalam kandungan hingga merawat dan membesarkan kita hingga sekarang, maka kita tidak ada apa-apanya, Wawassoynal insana biwalidayhi hamalathu ummuhu wahnan 'ala wahnin.. Kita hanya sebutir pasir yang penuh dengan kesalahan, hanyalah setetes air yang mudah terombang-ambing, hanyalah plankton kecil di tengah lautan yang dalam. Tanpa genggaman dan arahan dari beliau kita akan mudah tersesat di dunia yang luas ini.
            Ini hanya sedikit dari banyaknya hari yang telah kita lalui, berbaktilah pada orang tua dan bahagiakanlah mereka disetiap hari yang kita jalani, karena perjuangan merekalah sehingga kita bisa merasakan apa yang sekarang dirasakan. Dan teruntuk kepada para saudara muslimah, belajarlah dari perjuangan para pejuang wanita terdahulu, juga belajarlah dari sosok Khadijah Radiyallahu anha, orang pertama yang beriman kepada risalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam disaat yang lain menghujatnya, sosok yang tidak ada duanya sebelum Khadijah Radiyallahu anha wafat,  juga Aisyah Radiyallahu anha atas dalamnya pengetahuan agamanya dan banyak meriwayatkan hadits, serta Nusaibah binti Ka’ab Ansyariyah, beliau yang diberi julukan ummu amarah karena kepiawaiannya dalam berperang. Jadilah muslimah yang mampu mengubah peradaban dunia ini, lemah lembut ucapannya, cerdas pemikirannya, serta menginspirasi tiap langkah-langkahnya.
Selamat berbirrul walidain bagi yang sudah berada di kampung halaman J


0 komentar: