Rabu, 12 Februari 2014

Melahirkan Agen Perubah Melalui Tarbiyah

Bismillahirrahmanirrahim..
Tarbiyah, kata yang terdengar asing buat mereka seorang remaja yang jarang bahkan tidak pernah ikut dalam pengajian maupun halaqah-halaqah lainnya. Padahal tarbiyah sendiri merupakan sebuah fenomena yang berawal dari sekolah-sekolah, kampus dan terus berkembang menjadi arus besar yang ikut menentukan gerak perubahan di negeri ini.
Lalu timbul pertanyaan, tarbiyah itu apa sih? Tarbiyah dalam arti yang sederhana adalah memperbaiki sesuatu dan meluruskannya, atau bisa juga diartikan sebagai pembinaan jiwa, akal, dan jasad untuk memperbaiki diri dan menyucikan jiwa menurut pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.  
Tarbiyah dulunya dianggap hal yang tak biasa, dan jarang ada di tengah masyarakat. Namun 20 tahun terakhir ini, seiring dengan menjamurnya lembaga-lembaga dakwah maka halaqah-halaqah tarbiyah pun secara otomatis mulai menampakkan dirinya. Seakan menjawab tantangan akan perilaku generasi muda saat ini.
Beragam respon pun muncul, mulai dari kekaguman dan harapan-harapan besar yang digantungkan hingga kecemasan yang menggiring rasa ingin tahu banyak, “Akankah tarbiyah menjawab kecemasan masyarakat terhadap generasi muda kini, dan tetap menjadi semangat zaman?”
Tarbiyah sejak usia remaja akan membentuk kepribadian dan akhlak yaang baik. Dengan mengikuti tarbiyah secara rutin akan menjadikan kita sebagai pemuda rabbani, pemuda yang In sya Allah diridhoi-Nya.
Pemuda yang senantiasa rutin hadir dalam halaqah tarbiyah akan tahu tujuan hidup yang sebenarnya, berbeda dengan mereka yang jarang ikut tarbiyah, hidupnya tengah mengalami goncangan dahsyat, tanpa ada perencanaan pasti dan tak tahu apa tujuan hidupnya. Jika kita ibaratkan, seorang yang tumbuh tanpa tarbiyah yang terprogram ibarat pohon yang tumbuh liar, terlihat menjulang sendirian sesudah itu mati tanpa penerus. Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah kalian yang ikut dalam halaqah tarbiyah dan janganlah bermalas-malasan karena sesungguhnya penyesalan itu hanya untuk orang yang bermalas-malasan.
Kemenangan hanya akan diraih oleh orang-orang yang sungguh-sungguh beramal dan berjihad di jalan-Nya. Bila tidak, tunggulah saat kehancuran. “Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanankan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi ini dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal:73).
Hidup adalah rangkaian peristiwa tarbiyah. Kita bermetamorfosis dari sebuah kondisi menuju kondisi lain yang selalu lebih baik. Alhamdulillah Allah membimbing kita di jalan-Nya yang lurus. Hidup dalam naungan tarbiyah adalah sebuah keindahan dan kesyukuran tiada hingga.
Imam Malik pernah berkata: ”Kondisi generasi akhir umat ini tidak akan membaik kecuali dengan mencontoh generasi awal (salafus shalih).” Di sinilah kita sebagai pemuda yang alhamdulillah mendapatkan ilmu dari halaqah tarbiyah untuk menyebarkan ajaran Islam, mensyiarkannya kepada masyarakat dan pemuda lainnya agar tetap berada di “Shiratal Mustaqim” – jalan-Nya yang lurus.
Karena, baik-buruknya negeri ini di masa yang akan datang ditentukan oleh sikap pemudanya saat ini, para pemuda yang terdidik adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Sehingga, secara historis, apa yang ditanam sejak awal oleh tarbiyah adalah menginvestasikan calon-calon pemimpin bagi proses perubahan besar di negeri ini.
Merekalah kaum yang akan mewarisi sikap kritis Nabi Ibrahim, mewarisi keluasaan ilmu dan sikap penjagaan diri yang dimiliki Nabi Yusuf, dan mereka juga akan tampil sebagai sosok-sosok Musa baru yang kuat, berani dan bisa dipercaya. Mereka akan hadir sebagai anashirut taghyir atau agen perubah di tengah-tengah masyarakat.
Namun, jika kita lihat remaja sekarang ini, kebanyakan dari mereka lebih senang dan suka untuk menghabiskan aktivitasnya dengan kegiatan yang bersifat hedonisme atau berhura-hura. Ditambah dengan semakin canggihnya teknologi dan fasilitas-fasilitas lainnya yang diberikan oleh orang tuanya sendiri membuat mereka semakin asik dengan kehidupan dunia dan lalai dari kehidupan akhiratnya.
Tak bisa dipungkiri, semenjak era teknologi yang semakin canggih saat itu pula para remaja mulai mengalami krisis moral dan akhlak. Terlihat dengan semakin maraknya tindak kriminal yang pelakunya dari kalangan remaja.
Di sinilah kualitas dakwah kita diuji kehandalan (fauqiyah) dan imunitasnya (mana’ah), dan di sini pulalah tarbiyah memainkan peran-peran lanjutannya, yakinlah bahwa pemimpin tidak akan muncul kecuali dilahirkan oleh tarbiyah.
Peluang besar sedang terbuka, namun tantangan besar pun ikut mengemuka. Tetap Istiqamah di jalanNya, maka Allah akan memudahkannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Amin.
Akhirnya, peluang dan tantangan dakwah sekarang ini akan mendekatkan kita kepada kemenangan manakala kekuatan dakwah tetap terpelihara dan terus berkembang. Artinya tarbiyah saat ini dituntut untuk menjawab tantangan zaman. Siapkah kita para mutarabbi menjalankannya di tengah masyarakat? Menjawab keraguan pemuda saat ini. Kitalah para Agent of Changes. Zadanallah Ilman wa Hirsha..
Wallahu A’lam Bishawab..
Wassalamu alaikum..


0 komentar: