Minggu, 29 Juni 2014

“AWAS” Ramadhan


Ahlan WA Sahlan ya Ramadhan,
Bulan suci umat Islam telah tiba, kehadirannya memberikan semangat islami yang baru. Ikhwan dan Akhwat yang sebelumnya disibukkan oleh aktivitas kantor maupun sekolah kini menghentikannya sejenak untuk beribadah intensif dalam sebulan penuh, ini dilakukan hanya semata-mata ingin mencapai fitrahnya.  Betapa harunya kita melihat saudara seiman kita sampai saat ini masih memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang muslim dan Insya Allah di hadapannya nampak seorang Al Mukminun.

Hati terasa sejuk saat berada di sekitar mereka yang berlomba-lomba mengisi saf terdepan shalat berjamaah di masjid. Jiwa terasa bergetar saat saudara kita yang kurang mampu menginfaqkan hartanya demi meraih pahala, sedang ia sendiri tak tahu harus berbuka apa. Mata terasa ingin menitihkan airnya saat melihat seorang bapak yang dari paginya bekerja mencari sebotol air mineral bekas hingga waktu buka tiba hanya karena ingin membelikan anaknya segelas es buah segar. Mereka dengan segala keterbatasan ekonomi masih memiliki semangat untuk beribadah, mereka masih mewarisi semangat dalam berlomba-lomba dalam kebaikan “Fastabiqul Khoirat”. Sedang kita yang sehari-harinya disejukkan dengan dinginnya ruangan yang ber-AC, nikmatnya makanan dan minuman saat perut terasa lapar – dahaga dan berlimpahnya harta yang terisi penuh di brankas, apakah kita masih bisu akan beribadah dan meraih amalan-amalanNya?

Sampai kapankah kita ingin menjadi umat duniawi, hingga memalingkan muka akan kehidupan akhirat nanti? Akankah bulan suci Ramadhan ini menjadi pengubah hidup kita kedepannya? Menjadikan kita hamba rabbani bukan hamba Ramadhani,  menjadikan kita hamba yang ingin beribadah semata-mata karena Allah dan bukan karena ingin terlihat religius di mata hambaNya. Syukron, jazakallahu khairan katsiran wa jazakumullah ahsanul jaza.

Kutulis dalam menangis, semoga menjadi pengingat yang terwaris
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


0 komentar: