Minggu, 15 Juni 2014

Keharusan Bersabar untuk Sampai ke Tujuan

Penyebab ketidaknyamanan hidup adalah kegagalan mendapatkan keinginan-keinginan duniawi dan di dunia tak ada kenyamanan yang permanen kecuali buat orang arif yang hanya disibukkan oleh ridha kekasihnya dan menghadap perbekalan untuk menghadap kepada-Nya. Karena, jika memperoleh kelapangan ia akan menggunakannya untuk mewujudkan tujuan akhiratnya dan bila menemui kesempitan ia akan bersabar menghadapinya agar mendapatkan pahalanya. Orang arif seperti ini akan ridha pada seluruh apa yang terjadi, dan ia meyakininya sebagai ketetapan Pencipta dan sesuatu yang dikehendaki-Nya, seperti yang dikatakan seorang penyair:
Jika kepuasanmu terletak pada begadangku, Maka selamat tinggal kuucapkan pada kantukku.”
Orang yang memburu ambisi duniawinya akan selalu resah dan gelisah karena kegagalan cita-cita dan jauhnya sesuatu yang diidam-idamkannya.
Bila miskin ia akan bersedih dan jika kaya ia akan gelisah. Penyebabnya adalah ia terkangkangi oleh tujuan hidupnya dan hawa nafsunya.
Alangkah indah pertanyaan al-Hashri, “Apa yang mesti menyedihkanku? Dan apa yang kumiliki?” Ini adalah perkataan seorang arif, karena jika ia merenungkan hakikat kepemilikan, ia akan melihat dirinya sebagai seorang hamba yang digerakkan oleh Majikannya. Karena itu, protesnya tidak berdasar sama sekali dan ambisinya pada hal lain yang tidak dikehendaki Tuhannya adalah sebuah bentuk kelancangan.
Siapakah kita hingga kita berani mengatakan sesuatu terhadap-Nya? Terlebih lagi Dia telah berjanji kepada kita untuk memberi kita pahala yang berlimpah serta keabadian dalam kenikmatan yang tidak bertepi.
Walaupun demikian, untuk sampai ke tujuan seseorang wajib bersabar dan keletihan karena perjalanan akan langsung lenyap saat kota tujuan telah ada di depan mata. Oleh sebab itu, sabar dan sabarlah, wahai kaki para pemula, karena tempat istirahat di tengah jalan telah terlihat! Gembiralah dan gembiralah, wahai orang-orang yang telah tiba di tengah perjalanan, karena tenda-tenda telah dipasang! Bahagialah dan bahagialah, wahai orang-orang arif, karena kalian telah mendapatkan apa yang kalian cita-citakan!
Demi Allah, seluruh beban yang memberatkan telah lenyap dari diri kalian dan pengetahuan kalian sang Pemberi cobaan telah melahirkan kelezatan yang diiringi dengan segarnya air kebahagiaan dan rasa pahit pun telah hilang dari mulut kalian. Khayalkanlah dekatnya masa berdialog langsung dengan Rabb, kesenangan karena ada dihadapan-Nya serta beredarnya cawan-cawan rida di tangan kalian, karena matahari dunia tak lama lagi akan terbenam.



0 komentar: