Senin, 04 Agustus 2014

Mari “Media” kan Gerakan Dakwah Ini


Apakah gerakan dakwah sudah sampai merambah ke dunia media massa? Apakah dakwah sudah mampu mengontrol dan mewarnai media? Misalkan saja apakah siaran keagamaan di media sudah dapat dikendalikan dan diwarnai agar menjadi sarana efektif untuk melakukan perubahan di masyarakat. Apakah dakwah melalui media dapat memberikan “frame” pemahaman dan kesadaran beragama (tadayyun sya’bi) masyarakat secara tepat. Kenyataannya, hal itu masih jauh dari kondisi yang seharusnya, karena misalnya pada saat masyarakat Indonesia perlu digerakkan untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, para penceramah di televisi malah memberikan materi zuhud dengan pengertian yang tidak proporsional.


Bila setiap hari emosi seseorang “teraduk-aduk” karena membaca dan mendengar berita-berita negatif dan digabungkan dengan emosi orang-orang lainnya maka akan membentuk “publicmood”. Perasaan yang dominan di masyarakat adalah putus asa dan ketidakberdayaan menghadapi persoalan-persoalan bangsa.

0 komentar: