Jumat, 30 Januari 2015

Kokohkan Iman Ini Sekokoh "Pohon Pinus"

Jadilah teladan bagi generasi setelahmu, yang bermanfaat. Jadilah layaknya pohon yang hidup dengan keseimbangan, hal pertama yang ia lakukan turun ke bawah, menyerap segala yang perlu, memperkuat batang hingga kokoh dan menjulang ke atas lebih tinggi. Semakin tinggi ia, semakin turun ke bawah mengikat bumi. Sehingga ketika ia mendekati mentari ia tak lupa untuk memperdalam cengkraman akarnya, memperkuat landasan aqidahnya sebelum meraih cita-citanya, agar kelak ia tak goyah dengan kencangnya badai yang menerjangnya. Tetap kokoh batang dan akarnya meski beribu terjangan datang, tidak masalah menjadi seperti pohon pinus yang tumbuh hingga puluhan tahun lamanya tapi kokoh dan tegar ia meski dengan berbagai angin kencang yang meniupnya, ketimbang menjadi pohon pepaya yang singkat masa pertumbuhannya ia bisa memanen buah tapi ia lupa bahwa batangnya belum kokoh untuk bertahan sehingga mudah jatuh, ia lupa bahwa perlu waktu yang lama agar bisa menjadi pribadi yang kokoh.
Kuatnya keimanan seseorang dilihat dari bagaimana ia mengatasi berbagai cobaan yang ia hadapi, apakah ia tetap memprioritaskan agamanya setelah cobaan itu atau malah menjauh karena beratnya cobaan yang ia hadapi, jangan sampai justru ia menyalahkan tuhannya karena cobaannya. Seberapa berat pun cobaan itu, tetaplah yakinkan diri sendiri bahwa betapa sayangnya Allah kepada kita hingga ia senantiasa memberikan kita ujian agar kita tak lupa dengan-Nya, sehingga kokoh jiwanya kepada agamanya.
Menjalani hidup hingga akhir hayat itu gampang, tapi mengakhiri hidup ini dengan keadaan yang Islam (Khusnul khatimah) itu yang susah didapat. Bertahan pada landasan aqidah kita sejak awal itu yang susah diraih kebanyakan orang, apakah kita sudah merasa puas dengan hasil yang didapat hanya dengan waktu yang singkat? Sepatutnyalah kita terus berbenah mengokohkan ibadah dan aqidah kita untuk menyambut kematian ini, menyambul awal kehidupan yang sesungguhnya. Kitalah yang sebenarnya menentukan jalan hidup ini, bersama dengan umat beriman di Syurga-Nya atau dengan umat kafir di neraka-Nya.


0 komentar: