Kamis, 22 Januari 2015

POSITIFNYA PACARAN


Sebenarnya pacaran memiliki 3 sisi positifnya, yang pertama (positif) haram, dua (positif) zina dan ujung-ujungnya (positif) hamil. Nah, haramnya ini ialah haram mugholadoh (sekedar diistilahkan) karena merupakan perbuatan zina dan dosa besar, jadi sama dengan makan babi. Meskipun tidak pernah memakan babi, tapi kalau menjalankan yang namanya pacaran maka sama saja dengan makan babi. Berdua-an tiap hari = makan babi tiap hari. Pertanyaan, apakah ilmu bisa masuk dengan perbuatan-perbuatan seperti itu? Tidak bisa. “Syakautu ila waqi’i ‘an su’a hifdzi. Fa’arsyadani ila tarkil-ma’ashi. Fa akhbarani biannal-‘ilma nurun wa nurullah la yuhda lil ‘ashy” Ketahuilah, ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada si pelaku dosa dan kemaksiatan. Siap Move on? Bagaimana pun alasannya, entah itu sebagai ajang penjajakan agar menemu titik temu, tidak perlu dengan pacaran, di dalam Islam ada yang namanya ta’aruf, di mana tahap penjajakan melalui perantara, bukan dengan komunikasi langsung dua pihak. “Kalaupun jodoh adalah takdir, maka janganlah bersusah-susah berpacaran, dan kalaupun jodoh adalah pilihan, maka pilihlah untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik”

Zaman sekarang seperti itu, ngakunya tahap saling mengenal tapi perbuatannya maksiat, ngakunya sebagai motivasi diri untuk beribadah, tapi nyatanya saat di rumah lebih menunggu SMS si doi ketimbang adzan shalat, lebih rutin komunikasi virtualnya ketimbang membaca Al-Qur’an nya, sehingga tidak canggung untuk saya katakan ia jadikan pacarnya layaknya “toghut”. Rusaklah sendi-sendi masyarakat karena perzinahan ini, buktinya? Nafsu syahwat bergelora, 97% remaja SMP & SMA pernah melihat film porno, 93% pernah berciuman, 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMP pernah aborsi (Menurut data survei Komnas Anak, 2010). Itu 5 tahun yang lalu? Sekarang sudah 2015 dan bisa jadi lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jadikanlah tulisan ini sebagai motivasi dan inspirasi kita untuk lebih memanfaatkan waktu yang singkat ini dengan perbuatan-perbuatan yang berfaedah dan bermanfaat, jauhkan sifat hedonisme di jiwa kita para pemuda Islam, gelorakan semangat jihad Islam yang mulai runtuh. Rapatkan ashshauf ini, jadilah penerus Yusuf yang meskipun digoda untuk berzina oleh putri yang begitu cantiknya ia menolak karena senantiasa ingat rabbnya. 

0 komentar: