Kamis, 05 Mei 2016

Saudara yang Terpaut Jauh


Awal bulan ini Mei 2016 kita dikagetkan dengan berita duka yang menghampiri saudara seiman kita di Aleppo Suriah, Belum selesai air mata ini diusap akibat serangan udara Israel di jalur gaza, kita disuguhkan (lagi) berita duka di Suriah, hampir seluruh bagian kota Aleppo dihujani rudal dan bom oleh mereka yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya rasa kemanusiaan, hari ini menjadi saksi bagaimana kebiadaban pembenci umat Islam itu terjadi. Selama dua pekan terakhir ini jumlah korban jiwa akibat serangan di kota Aleppo mencapai lebih dari 300 orang (BBC, 2016).
Islam adalah agama yang terhimpun umat yang memiliki visi yang sama, visi vertikal, visi abadi. Islam adalah ummatan wa hidatan (umat yang satu), sehingga apabila ada saudaranya yang dilanda bencana, kesedihan dan keterpurukan ia hadir sebagai pelipur lara, kehadirannya setidaknya membuat saudara kita dapat tersenyum. Jangan kemudian kita menjadi umat Islam yang hanya sekedar diam melihat penderitaan saudara kita, Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’ anhu pernah berkata “Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang baik.”
Kita yang tinggal di negeri yang masih aman ini masih bisa mendapati masjid yang menjamur dimana-mana tapi isinya masih didominasi orang-orang yang berusia lanjut, tahukah bahwa saudara kita disana bahkan untuk shalat dengan khusyu’ saja susah, di saat kita sedang asyik bermain dengan gadget kesayangan, tahukah bahwa mereka untuk bisa membaca Al-Qur’an saja terus dibayang-bayangi rasa was-was. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bukanlah seorang mukmin, orang yang tidur di malam hari sedangkan tetangganya kelaparan” (HR. Al-Hakim).

Saudaraku seiman, pernahkah kita berpikir tentang kondisi saudara seiman kita? Di sekeliling kita masih banyak yang membutuhkan bantuan sandang dan pangan, sedangkan kita masih serius memperkaya diri tanpa mau memberi sedikitpun, di saat saudara kita yang bahkan tidur di malam hari pun susah kita justru tak kuat bangun karena saking kekenyangannya. Mari berintropeksi bersama-sama, hingga saat ini apa yang telah kita berikan buat umat ini? Syakib Arselan, seorang pemikir Muslim dari Suriah pernah mengatakan, “Orang-orang Barat lebih banyak berkorban dari pada kaum Muslimin. Mereka memberi lebih banyak demi agama mereka ketimbang apa yang diberikan kaum Muslimin bagi agamanya”. Semoga menjadi renungan bagi kita semua, agama ini kuat karena persatuan umatnya, maka jangan kita nodai dengan memendam kebencian terhadap kelompok lain, fokus untuk berbenah diri dalam menguatkan agama ini, fil ittihad quwwah.

Sumber Gambar : http://www.channel4.com/media/images/Channel4/c4-news/2015/February/24/24_aleppo_slider_w--(None).jpg

0 komentar: