Jumat, 26 Agustus 2016

Inilah Dakwah Kita

Ada kutipan yang cukup populer dari sosok Buya Hamka, ia mengatakan bahwa “Kalau hidup hanya sekedar hidup kera di rimba juga hidup, kalau kerja hanya sekedar kerja kerbau di sawah juga bekerja.” Artinya bahwa perlu ada aktivitas lebih, aktivitas yang membedakan antara kita dengan binatang, yang membedakan antara kita dengan makhluk Allah yang lainnya sebab kita sebagai manusia adalah makhluk Allah yang paling istimewa, kita dianugerahi kecerdasan intelektual, spritual serta emosional. Hidup ini tidak sekedar bermanfaat bagi diri sendiri sebagaimana jannah tidak dibuat hanya untuk diri ini saja. Jauh di belahan dunia sana, mungkin masih banyak saudara kita yang belum tersentuh dakwah ini, belum bisa merasakan nikmat Islam seperti apa yang kita rasakan seyogyanya. Maka siapakah yang mesti berdakwah kalau bukan umat Islam itu sendiri?
Saya, alhamdulillah dilahirkan di lingkungan keluarga yang baik, kedua orang tua paham agama dan ingin anak-anaknya menjadi anak yang tidak hanya pandai dalam urusan duniawi namun juga ukhrawi. Namun, terlahir di lingkungan yang baik saja tidak cukup, sebab pasti masih ada faktor-faktor lain yang bisa jadi mempengaruhi akhlak bahkan keimanan saya nantinya, apalagi ketika sudah dewasa dan jauh dari keluarga, di luar sana ada begitu banyak paham-paham yang bertentangan dengan apa yang kita yakini. Perlu ada sikap preventif tentunya, beberapa sikap agar bisa tetap istiqamah di jalan ini ialah kita senantiasa menjaga amalan yaumi, menjaga hubungan dengan orang-orang shalih serta menjadikan dakwah sebagai laku utama dalam menjalani kehidupan ini.
Terlepas dari kehidupan kuliah maupun organisasi, kewajiban kita sebagai seorang anak dari kedua orang tua maupun sebagai mahasiswa, ada kewajiban lain yang perlu untuk kita jalankan sebagai seorang muslim, yakni berdakwah, walaupun hanya satu ayat. Bahkan Umar bin Khattab pernah berkata, “Menyerulah (berdakwalah) dengan akhlak kalian!”, meski belum bisa menyampaikan lewat lisan, setidaknya tunjukilah akhlak kita kepada orang lain dengan akhlak Islam, tunjukilah bahwa agama ini indah dan damai sehingga menimbulkan rasa takjub di jiwa mereka.
Satu hal perlu  diingat, bahwa agama Islam tidak terjadi begitu saja, tidak menjadi agama yang langsung bisa diterima oleh masyarakat saat itu, tapi ada suatu proses yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni mensyiarkan ajaran agama ini walau berat tantangan yang beliau hadapi saat itu. Begitu indah Islam dengan ukhuwah umatnya, begitu indah jika menyaksikan barisan yang begitu rapih dalam shaf shalat berjama’ah dan begitu bangganya kita menyaksikan umat Islam dengan hafalan Al-Qur’an dan juga akhlak Al-Qur’an-nya. Semua ini tentu tidak cukup hanya dinikmati oleh kita yang lebih dulu merasakan nikmat Islam, saudara kita yang mungkin belum mengenal Islam itu seperti apa tentu juga ingin merasakan nikmat luar biasa ini. Akan tetapi memang, dakwah ini bagi sebagian orang masih dianggap sebagai perbuatan yang hanya dijalankan bagi mereka yang memiliki ilmu, padahal tidak demikian, siapa pun bisa untuk berdakwah, setidak-tidaknya dengan menunjukkan akhlak Islamnya kepada yang lain. Meskipun di tengah kesibukan yang kita hadapi saat ini, kita mesti paham, seberat apapun amanah, sebanyak apapun tugas, jangan lupakan saudara kita. Olehnya, mari rapatkan barisan ini, menguatkan tekad dan yakinkan kepada seluruh penduduk muka bumi ini, bahwa Islam hadir untuk mewujudkan kebahagiaan abadi suatu saat nanti. Begitu indah perkataan seorang tokoh nasional yang bisa membangunkan kembali ghirah kita dalam berdakwah, “Ketika orang tertidur, kamu terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas, kamu membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati, kamu menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu, kamu bertanggungjawab, itulah repotnya. Maka tidak banyak orang bersamamu disini; mendirikan imperium kebenaran.”
Jangan takut jika dakwah ini menghambat kuliahmu, jangan cemas jika dakwah ini memperlambat pekerjaanmu, jangan sedih bila dakwah ini memberatkan bebanmu, tapi yakinlah bahwa Allah akan membantumu dalam menyelesaikan urusan-urusan duniamu, insyaAllah.

Iyas Muzani. Yogyakarta, 27 Agustus 2016.

Sumber gambar : http://www.al-mubarok.com/wp-content/uploads/2016/01/beautiful-beach-sunset-with-sunset-wallpaper-hd-magicwallscom-beautiful-beach-sunset-with-sunset-wallpaper-hd.jpg 

0 komentar: