Senin, 23 Desember 2013

“Apa yang Ditabur, itu pula yang dituai”


Kali ini saya akan mengulas asal-usul terjadinya kenakalan remaja saat ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca yang di bawah ini:
Teringat saat masih sebaya dengan anak SD, perkataan mereka jarang didengar oleh orang tuanya. Namun saat sudah beranjak dewasa, mereka pun akan jarang mendengarkan orang tuanya. Mengapa demikian? Secara tidak sadar, hal tersebut dikontribusikan oleh orang tuanya sendiri yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga membiarkan anaknya tumbuh & berkembang karena kasih sayang orang lain (pengasuh). Terlihat sederhana tapi berakibat fatal nantinya. Kurangnya komunikasi antara mereka dan orang tuanya saat masih kecil membuat rasa penasaran timbul, dan mereka mencoba mencari jawabannya di dunia luar rumah.
Justru saat mencoba mencari jawabannya sendiri mereka malah dihadapkan dengan pergaulan yang tidak sehat dan kemudian menjerumuskannya ke dalam wadah tersebut. Pada pergaulan itu, mereka justru mendapatkan informasi yang salah & membuat mereka melakukan perbuatan kotor. Dari pergaulan itu kemudian membentuk kepribadian yang jelek, tidak berakhlak, dan membuat generasi muda ternodai nantinya.
Lantas apa yang harus dilakukan? Pesan buat orang tua dari pernyataan spektakuler  Patrick- M. Morley: “Saya lebih memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa, asalkan bisa menjadi seorang yang berarti bagi anak-anak saya.” Dari pernyataan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa untuk membentuk kepribadian anak yang baik ialah dengan memberikan waktu luang buat mereka agar merasa berarti buat orang tuanya.
Itulah mengapa belakangan ini marak terjadi kasus kriminal yang melibatkan para pemuda. Kurangnya perhatian orang tua menjadi kendala utama dari masalah ini, padahal nasib bangsa di masa yang akan datang ditentukan oleh sikap dari para pemuda saat ini. Mau jadi apa bangsa ini kelak jika para pemudanya sibuk dengan minuman keras, seks bebas, tawuran, dan kenakalan remaja lainnya?
Seharusnya kita prihatin dengan permasalahan ini. Mari bersama membangun kembali fondasi bangsa tercinta ini dengan para pemuda yang berakhlak baik. “Mulailah tanam benihnya, Mulai dari yang kecil (pemuda), mulai dari sekarang, dan kamu akan memetik hasilnya kelak. Insya Allah”
                Syukron katsiira..
“Dari pemuda untuk pemuda”


   

0 komentar: