Jumat, 17 Januari 2014

Meng-Install Semangat


Tak jarang kita mendapati orang yang hatinya tengah gundah akan hal percintaan yang ia alami, dan kebanyakan perasaan itu dialami oleh remaja yang tengah beranjak dewasa. Ia penasaran akan hal percintaan yang ia kira dapat mendatangkan kebahagiaan, pikirnya bagaimana bisa mendapat pendamping hidup yang baik jika tak kenal satu sama lain sebelumnya, “Tak kenal maka tak sayang.” Tentu ini berbeda dengan pemuda-pemuda generasi sebelumnya. Sulit melihat sosok pemuda sekarang yang memiliki semangat juang tinggi layaknya Al-Fatih & Salahuddin Al-Ayyubi.

Banyak yang menghiraukan sekaligus mengacuhkan. Dan parahnya, itu sudah dianggap wajar oleh kalangan umum terutama orang tua. Merasa itu bukanlah suatu masalah serius yang perlu dihadapi, Padahal perasaan seperti itu sudahlah menjadi bibit penyakit dan dapat merusak agama Islam secara perlahan. Mengapa? Karena secara tak sadar mempengaruhi motivasi pemuda Islam untuk mengarungi kehidupan dengan penuh semangat. Sungguh kegalauan itu membuatnya merana.

Seorang pemimpin Barat pernah berkata, “Umat muslim tidak akan pernah dikalahkan selama mereka masih berpegang teguh pada Al-Qur’an.” Perkataan pemimpin barat itu ada benarnya, sekarang sudah terlihat bagaimana banyak pemuda dengan kesenangan & kegalauannya melupakan darimana ia berasal, siapa yang menciptakannya, untuk apa ia hidup. Mereka semakin jauh kepada rabbNya, kepada kita suci Al-Qur’an. Mereka lupa akan Allah sebagai tujuan, Rasulullah sebagai teladan, dan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.

Tak ada daya selain saling mengingatkan, “Yang tahu memberitahukan, dan yang belum tahu menyadarkan diri.” Sungguh, mereka yang lebih paham hanya bisa mengingatkan dan kesadaran atau hidayah dari Allah tergantung pribadi masing-masing. Apakah siap untuk berubah?

                Wallahua’lam bisshawab..
                Jazakumullah Khairan Katsiran..
                Wassalamu alaikum..

0 komentar: