Wednesday, April 29, 2020

Mengapa Terjadi Kejahatan oleh Anak Muda?



Kenapa hampir setiap saat kita mendengar atau membaca berita tentang tawuran dan balap liar di Makassar bahkan juga di beberapa daerah di Indonesia lainnya yang pelakunya bahkan didominasi oleh anak muda? Tidak terkecuali saat bulan ramadhan ini, bulan yang harusnya diisi dengan aktivitas ibadah malah disia-siakan dengan perilaku yang tidak beradab. Apa yang menyebabkan tawuran dan balap liar tersebut terus eksis dan seakan-akan tidak memberikan efek jera bagi para pelakunya? Bisa dikatakan jika aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut tumbuh karena adanya pandangan dogmatis yang terus diturunkan antar generasi dari senior ke juniornya: perasaan bangga, mengejar eksistensi, kalau tidak dilakukan ketinggalan zaman.
Teringat teori broken windows nya James Quinn Wilson dan George Lee Kelling, mereka menulis teori tersebut pada tahun 1982 pada majalah The Atlantic Monthly, dimana tulisannya tentang broken windows muncul dari hasil pengamatan atas jendela-jendela yang pecah di permukiman penduduk New York kala itu. Jendela yang dibiarkan pecah memicu pecahnya jendela lain yang disebabkan adanya persepsi bahwa perilaku vandalisme diperbolehkan sehingga menimbulkan rasa aman untuk melakukan hal tersebut, perilaku ini jika dibiarkan akan mendorong orang lain untuk berbuat hal yang sama dan bahkan lebih.
Kejahatan atau kekacauan timbul akibat ketidakteraturan kecil yang dibiarkan tanpa ada tindakan yang tegas dari pihak yang berkepentingan sehingga mendorong orang lain berbuat hal yang sama dan bahkan bisa lebih daripada itu, dengan kata lain tidak ada efek jera. Bisa jadi sudah ada penindakan tapi belum membuat jera para pelaku. Awalnya tawuran antar RW, kemudian antar kampung, tawuran dengan aparat, dan jadi pelaku begal.
Sederhananya, penerapan dari teori broken windows untuk mengatasi tingkat kejahatan yang semakin tinggi dapat dilakukan dengan rutin setiap hari menginspeksi titik-titik yang rawan terjadi tawuran, balap liar, maupun begal. Inspeksi rutin ini sebagai upaya pengawasan dan pencegahan aktivitas-aktivitas yang tidak diinginkan tersebut terjadi, yang ditakutkan tentunya adalah korban dan pelaku yang timbul dari tindakan tersebut akan semakin banyak jika dibiarkan terus menerus.
Malcolm Gladwell dalam bukunya The Tipping Point: How Little Things Can Make Big Difference mengatakan bahwa penerapan teori broken windows menjadi penyebab turunnya angka kriminalitas di New York pada masa 1990-an. Ia juga menyebut fenomena tersebut sebagai the power of context, yaitu sebuah pemikiran yang menyatakan bahwa manusia sangat sensitif terhadap lingkungan mereka. Artinya, perubahan kecil dalam lingkungan manusia akan sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia. The power of context juga menyatakan bahwa untuk mengatasi kejahatan besar tidak harus menyelesaikan kasus atau masalah yang besar terlebih dahulu, tapi bisa dimulai dengan menyelesaikan masalah yang kecil.
Dari teori Broken windows kita belajar jika kejahatan yang besar berawal dari kejahatan yang kecil, sedangkan dari the power of context kita belajar untuk mengatasi kejahatan besar sebaiknya dimulai dengan menyelesaikan masalah-masalah kecil. Dalam hal ini, khususnya Pemerintah kota Makassar, bisa mencoba untuk membuatkan arena balap motor untuk anak muda Makassar menyalurkan hobinya daripada mesti turun ke jalan balap liar dan bisa membahayakan pengendara yang lain. Membuatkan arena air softgun dengan ada kompetisi setiap semester/tahun agar para anak muda bisa menyalurkan energinya pada suatu aktivitas yang tidak meresahkan masyarakat dan dapat bermanfaat juga bagi diri mereka masing-masing.
Mari mengambil hikmah dari setiap kejadian, barangkali ada setitik cahaya yang bisa memberi makna dan mengubah hidup seseorang, anak muda adalah tulang pungung masa depan Indonesia.

0 comments: